Masih bisa kuhitung jari berapa angka tahunan aku mulai
serius mengenalmu
Masih aku ingat dgn
jelas, saat kapan aku mulai benar-benar semakin tertarik untuk mencintai dan mendalamimu
Saat aku mulai memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman yg
selama ini aku rasakan
Saat aku mulai belajar memahami siapa, mengapa dan
untuk apa aku ada disini
Disini, di fana dan semu dunia yang aku sendiri tidak tau
pasti, kapan dan berapa lama akan berakhir..
Bermula dari begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang silih
berganti timbul dan pergi dari pikiranku tentang hidup dan kehidupan
Aku mulai mencari dan mencari jawabannya kemana pun aku mau
Terkadang aku merasa puas, tetapi seringkali masih merasa
janggal dihati dan akalku..
Sampai pada suatu saat aku mengerti bahwa jawaban akan
pertanyaanku ada di satu bentuk benda
Benda yang sudah beribu abad lamanya tetapi tetap kekal
abadi
Benda yang bukan sembarang benda..akan tetapi benda sangat luar
biasa bagi orang yang mampu mengenal dan memahaminya..
Benda yang tetap sangat luar biasa, tak tergantikan, dan tak
terubah oleh masa karena ia selalu
terpelihara dan terjaga oleh pemiliknya.
Benda yang selalu memancarkan cahaya petunjuk bagi yang
membacanya..
Benda yang ketika membaca isi tulisannya membuat kau merasa
damai saat kegundahan melanda
Benda yang membuat orang punya harapan akan kebahagiaan di
dunia dan akhirat jika benar-benar melaksanakan nilai-nilai yang diajarkan..
Benda yang apabila kau mengenalnya, maka kau akan semakin
cinta kepada pemilik dan penyampai ilmunya..
ALQUR’AN itulah namamu..
Ilmu yang kau simpan begitu indah..
Entah kenapa, ada hasrat yang terbersit agar aku semakin
sering membuka bagianmu lembar demi lembar
Menelaah dan mempelajari makna dari setiap kata dan kalimat
yang terlukis di tubuhmu
Meskipun seringkali
aku tidak bisa memahami apa sebenarnya makna yang terkandung dikarenakan
tinggi dan agungnya bahasamu
Meskipun terkadang, timbul perdebatan kecil yang datang dari
1 atau 2 kalimatmu yang membuat banyak dimensi persepsi setiap orang yang
membacanya..
Tapi itulah dirimu..
Dirimu yang tlah membuatku semakin candu untuk mendekati dan
mengenalmu
Dirimu yang membuat
aku semakin penasaran akan luar biasanya ilmu yang kau genggam dan pikul
Dirimu yang sulit kupahami jika aku tak membaca terjemahan
bahasa agung yang tertulis..
Semakin aku baca..semakin aku sadar, betapa kerdilnya aku..
Semakin mulai kucerna bait demi bait kalimat-kalimat agung
yang kau simpan, semakin aku sadar betapa jahiliyahnya aku..
Lalu aku tersadar, selama berpuluh tahun, ternyata aku
hanya melihatmu, tanpa memperhatikanmu.
Maafkan aku..
Aku yang masih sering menelantarkanmu diantara himpitan
buku-buku di kamarku
Aku yang masih sering membaca tanpa mendalami dan menanamkan
ajaranNya yang sering kubaca dalam lembaranmu di keseharianku..
Aku yang masih harus belajar banyak darimu tentang segalanya
Inilah aku, yang masih terbata-bata mengeja dan mengartikan
kalimatmu
Inilah aku yang masih tertatih-tatih untuk semakin
mencintaimu
Hingga nantinya kau yang menuntunku sampai dan bertemu
dengan Dzat yang mencintaiku tanpa batas..
Karena aku mencintaimu tanpa batas..
07 Maret 2012 ------(Mutiara Hati)