Jumat, 16 Maret 2012

Renungan Dalam Relung


Tersadar..
Sejak makna sikap di lama perjalanan waktu terselami
Jauh disana, diantara harap dan mimpi
Dibalik gelapnya diam ada seribu arti
Tak tersirat dan tak terungkap
Tersimpan rapi dlm peti sang pemilik hati

Diamnya bukan kosong,
Diam yg mengajak ke dimensi sebuah lorong
Lorong tempat menyandarkan hati pada Illahi
Lorong yg menyediakan waktu utk berbenah dan perbaiki diri
Diam yang tak ingin memberi harapan semu
Diam yang mengajarkan kekuatan pada siapa seharusnya cinta yg hakiki..

Tak kurasa lamanya waktu merangkak
Hingga tak sadar senja smakin dekat
Malam pun menghampiri, kulalui tanpa sebuah mimpi
Agar sesal tak terselipi...
Untuk asa yang terakhiri..
Untuk janji yang terpatri..
Tak ada cinta yang kekal abadi, selain cinta SANG PEMILIK HIDUP DAN KEHIDUPAN..

( Mutiara Hati #15 Maret 2012 ) : Tuntun hatiku  agar aku semakin MencintaiMu)

Selasa, 06 Maret 2012

MENGENALMU TAK ADA BATASNYA



Masih bisa kuhitung jari berapa angka tahunan aku mulai serius mengenalmu
Masih aku ingat  dgn jelas, saat kapan aku mulai benar-benar semakin tertarik untuk mencintai  dan mendalamimu
Saat aku mulai memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman yg selama ini aku rasakan
Saat aku mulai belajar memahami siapa, mengapa dan untuk  apa aku ada disini
Disini, di fana dan semu dunia yang aku sendiri tidak tau pasti, kapan dan berapa lama akan berakhir..
Bermula dari begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang silih berganti timbul dan pergi dari pikiranku tentang hidup dan kehidupan
Aku mulai mencari dan mencari jawabannya kemana pun aku mau
Terkadang aku merasa puas, tetapi seringkali masih merasa janggal dihati dan akalku..
Sampai pada suatu saat aku mengerti bahwa jawaban akan pertanyaanku ada di satu bentuk benda
Benda yang sudah beribu abad lamanya tetapi tetap kekal abadi
Benda yang bukan sembarang benda..akan tetapi benda sangat luar biasa bagi orang yang mampu mengenal dan memahaminya..
Benda yang tetap sangat luar biasa, tak tergantikan, dan tak terubah oleh masa  karena ia selalu terpelihara dan terjaga oleh pemiliknya.
Benda yang selalu memancarkan cahaya petunjuk bagi yang membacanya..
Benda yang ketika membaca isi tulisannya membuat kau merasa damai saat kegundahan melanda
Benda yang membuat orang punya harapan akan kebahagiaan di dunia dan akhirat jika benar-benar melaksanakan nilai-nilai yang diajarkan..
Benda yang apabila kau mengenalnya, maka kau akan semakin cinta kepada pemilik dan penyampai ilmunya..
ALQUR’AN itulah namamu..
Ilmu yang kau simpan begitu indah..
Entah kenapa, ada hasrat yang terbersit agar aku semakin sering membuka bagianmu lembar demi lembar
Menelaah dan mempelajari makna dari setiap kata dan kalimat yang terlukis di tubuhmu
Meskipun seringkali  aku tidak bisa memahami apa sebenarnya makna yang terkandung dikarenakan tinggi dan agungnya bahasamu
Meskipun terkadang, timbul perdebatan kecil yang datang dari 1 atau 2 kalimatmu yang membuat banyak dimensi persepsi setiap orang yang membacanya..
Tapi itulah dirimu..
Dirimu yang tlah membuatku semakin candu untuk mendekati dan mengenalmu
Dirimu yang membuat  aku semakin penasaran akan luar biasanya ilmu yang kau genggam dan pikul
Dirimu yang sulit kupahami jika aku tak membaca terjemahan bahasa agung yang tertulis..
Semakin aku baca..semakin aku sadar, betapa kerdilnya  aku..
Semakin mulai kucerna bait demi bait kalimat-kalimat agung yang kau simpan, semakin aku sadar betapa jahiliyahnya aku..
Lalu aku tersadar, selama berpuluh tahun, ternyata aku hanya  melihatmu, tanpa memperhatikanmu.
Maafkan aku..
Aku yang masih sering menelantarkanmu diantara himpitan buku-buku di kamarku
Aku yang masih sering membaca tanpa mendalami dan menanamkan ajaranNya yang sering kubaca dalam lembaranmu  di keseharianku..
Aku yang masih harus belajar banyak darimu tentang segalanya
Inilah aku, yang masih terbata-bata mengeja dan mengartikan kalimatmu
Inilah aku yang masih tertatih-tatih untuk semakin mencintaimu
Hingga nantinya kau yang menuntunku sampai dan bertemu dengan Dzat yang mencintaiku tanpa batas..
Karena aku mencintaimu tanpa batas..

07 Maret 2012 ------(Mutiara Hati)