Sabtu, 18 Mei 2013

Tulisan untuk Sahabat

Coretan sederhana ini untuk seorang teman seperjuangan di hari ulang tahunnya. Pesan puisinya di konsep dari bagian-bagian alphabet nama pemiliknya.

Berarak-arak awan yang biru berjalan memayungi teriknya langkahmu,
Ulaskan senyum simpul di hari bahagiamu,
Detik dan menit waktu terus berputar mengikuti alur usiamu,
Ikrarkan setiap bagian memori-memori perjalanan hidupmu.

Singgasana cita dan cinta yang tlah kau impikan, rangkailah kembali,
Arahkan peta dan koridor-koridor jalan mimpimu yang mungkin pernah terserak, tak beraturan.
Tanamkan asa dan keyakinan hingga ke dalam qolbumu yang murni
Indahkanlah mimpimu dengan bunga-bunga do'a dan tasbih di sepertiga malammu.

Alirkanlah cintamu pada-Nya sebagai bentuk dimensi syukurmu,
Noktahkanlah warna-warni perjuangan di lembaran kanvas jihad sederhanamu
Oasiskanlah mata-mata air kering di lempengan tanahmu berpijal hingga menjadi hijau dan subur kembali.

Selamat hari lahir..
Semoga usianya semakin diberkahi..


Sebuah Cerita di Ruang 3x4


15 Juli 2011
Catatan lama yang belum sempat tertuliskan di blog. ^-^. Catatan yang sedkit rada lucu atau bahkan aneh.. :)

Part I
Malam ini begitu senyap, yang terdengar hanya derak-derak suara kipas angin di kamarku yang berukuran 3x4. Ia berderak seolah-olah memahami apa yang sedang aku pikirkan. Berderak merangkai alunan ketukan  beraturan yang sarat akan melodi kata yang mungkin hanya ia yang dapat memahami apa arti bunyi-bunyian itu. Semua benda-benda dikamarku sedang memperhatikanku. Mencoba untuk memahami kegalauan hati tuannya. Beberapa benda-benda itu berusaha memanggil-manggilku untuk memberi sedikit hiburan padaku.
Mulai dari si kipas angin yang berusaha sekuat tenaga memberikan angin segar untuk menyegarkan hangatnya ruangan kamar mungilku. Dispenser ijo di sudut kamarku pun turut menunjukkan wajah segarnya agar aku beranjak unutk meminum beberapa teguk air yang ia simpan untuk melepaskan dahaga dan membasahi keringnya tenggorokanku.
Buku-buku dan majalah yang kutata rapi juga senyam-senyum melihatku, seakan-akan menggodaku agar tangan ini mau menyentuh dan membuka helai demi helai lembaran tubuhnya. Sampai pada beberapa pena yang tertunduk malu-malu karena mungkin akhir-akhir aku sudah mulai jarang menggunakannya.
Si kasur dan si bantal yang dengan rela dan ikhlas menjadi tempat merebahkan tubuhku juga ikut bersiul-siul agar aku segera menyandarkan dan merebahkan tubuhku. Si kasur pun berbisik "Rebahlah dan istrihatlah, biar hati dan pikiranmu lebih tenang". Kemudian "si ijo lumut" selimut kesayanganku juga tersenyum dengan wajah keibuannya yang selalu melindungiku dari gigitan nyamuk nakal dan bahkan menjagaku dari terpaan angin yang kadang-kadang membuat perutku kembung karena masuk angin.
Si CERA putih, laptop mungilku yg slalu menjadi teman terbaikku saat aku mengerjakan tugas-tugas penting ataupun sekedar memberikanku hiburan seperti musik dan film yang kukoleksi di dalam tubuhnya yang mungil. Malam ini ia juga menemaniku, melantunkan melodi -melodi indah dari instrumen pilihanku.

Yaaaaa...
Mereka semua menyayangiku. Memberikan apa yg aku butuhkan dari mereka, kapanpun aku mau. Dan aku pun tersenyum melihat benda-benda pengisi kamarku itu. Benda-benda sederhana, tapi luar biasa manfaatnya bagiku.

Lalu, tiba-tiba senyumku terhenti. Terhenti pada saat pandangan bola mataku tertuju pada sebuah bundelan album kenangan. Perlahan-lahan tanganku mulai membuka helaian lembaran foto di dalamnya. Dan di beberapa lembaran terakhir, tanganku terhenti. Sejenak aku melihat gambar itu. Gambar yang mengingatkanku pada kenangan  3 tahun silam. Gambar yang aku cetak beberapa bulan lalu.
Bayangan dari gambar-gambar itu pun mulai menari-nari dipelupuk mataku. Membentuk bayangan-bayangan nyata yang semakin mengingatkanku akan perjalanan itu. Detik, menit, jam, hari, hingga minggu tlah terlalui bersama ditempat itu. Perjalanan yg hanya hitungan minggu tapi memberiku banyak arti. Disana aku banyak belajar tentang keikhlasan dan pengorbanan, serta ksediaan membantu sesama. Dan dari sana aku menemukan sebuah rasa yang sungguh terasa kuat yang selama ini sangat enggan aku pikirkan. Dari sanalah AWAL untukku memulai kisahku. Awal yang belum aku tau kapan berakhir..

Dan kamar 3x4 ku menjadi saksi rumitnya perjalanan kisahku..kisah yang ingin aku sederhanakan secpat mungkin..

***  Bersambung

PEREMPUAN


Pancaran wajahmu teduhkan hati yang kalut,
Endapkan partikel-partikel kegundahan dengan sentuhan kasihmu,
Riak tutur katamu yang tenang damaikan gejolak nafsu amarah
Eramkan benih-benih cinta yang kan siap kau tetaskan dari rahimmu.
Melewati tahun demi tahun deretan umurmu
Patrikan hidup demi anak dan suamimu
Ukirkan sribu aksara ketulusan dalam jiwamu
Absahkan diri untuk menjadi tiang penyangga dalam keluargamu
Nisabkan hati dan perasaan demi keharmonisan elemen duniamu.

Perempuan...
Sadarlah bahwa kau adalah mahkluk terindah
Yang harus dihiasi dengan mahkota kasih sayang
Yang harus didandani dengan sentuhan ilmu dan kebaikan
Agar kelak kau tumbuh menjadi insan yang sempurna, sempurna untuk keluargamu dan tanah airmu berpijak.

Perempuan..terkadang terbersit dipikiranmu..
Benarkah aku lemah dan mudah rapuh?
Tidak saudaraku, kau tidak lemah dan juga tidak rapuh jika kau mau.
Kau bisa kuat, setegar batu karang di lautan
Walaupun setiap saat ombak akan menghantam dan menerjang tubuhmu,
Tapi kau akan tetap bisa berdiri tegak, jika kau mau

Perempuan..
Sadarlah bahwa kau tercipta sebagai media untuk mencipta atas izin dan kehendak-Nya
Tanpa hadirmu, tak akan ada yang tercipta dalam kancah penciptaan-Nya
Kau ada sbagai penguat dan pelengkap pasanganmu,
Kau ada sebagai sosok pembina dan pembentuk karakter generasimu
Kau ada sebagai tiang penyangga kehidupan keluarga, agama dan bangsamu.
Karena ketika kau baik, maka baiklah keturunan dan bangsamu.

Teruntuk : Perempuan-perempuan pejuang : pejuang keluarga, agama, dan negara.
Terutama kepada : IBU 
^_^