Selayaknya
kopi,
Aku belum
bisa menyukai kopi hitam yang pahit
Aku selalu
suka yang manis
Manis yang
membuat “mood”ku turut bagus.
Hidup ini
sudah sering merasakan pahit
Meski
pahitnya tak sepahit obat malaria
Rasanya Tak
perlulah lagi aku berusaha keras
menyukai yang pahit-pahit
Biarlah yang
manis saja, supaya hatiku juga merasakan manis..
Kopi pakai
susu
Itu lebih
aku suka
Sebab
susunya membuat kopi terasa nikmat dan gurih
Dan hidup
ini juga seharusnya seenak kopi susu, bukan???
Nyatanya,
Wujudku hari
ini sama seperti si kopi hitam
Yang masih
menanti tuangan susu segera bercampur dengannya
Mencari
takaran susu yang paling pas dengannya
Dan menunggu
kapan susu itu bisa melebur bersamanya.
Kopi susu
nan hangat
Sungguh
sebuah perpaduan yang selalu dinantikan
Untuk
mereka-mereka yang sedang dalam pemberhentian
Berhenti untuk
mendapat kepastian akhir dari sebuah penantian.
Medan, 30 April
2016

