Hari ini
kulihat aura bersinar terpancar di wajahmu sobat
Lebih cantik
dari biasanya
Tepat di
hari itu, Jumat yang berkah
Kau terima
ikrar suci dari belahan jiwamu yang selama ini dinanti
Masih jelas
diingatanku
Lampau lalu,
Musim
berganti musim
Kau kerap
bercerita gundahmu tentang siapa jodohmu
Kadang kita
menangis bersama, gundah bersama, lalu tertawa bersama
Menertawakan
perjalanan dan kisah-kisah kita.
Hari ini
terlihat air mukamu bahagia
Meskipun
cemas-cemas ringan tersirat di wajahmu yang cantik
Detik-detik
ikrar itu kau awali dengan tangis haru
Bersimpuh
dihadapan ayah bunda
Melepas
tangismu untuk menyambut senyumanmu.
Alhamdulillah..
Ikrar itu
pun berakhir
Lega dan
haru menyelimuti pesonamu kala itu
Diiringi
lantunan firman suci Sang Maha Kasih
Menerobos
relung hati setiap yang menyaksikannya
Dan aku
sobat..
Yang tengah
duduk di bangunan suci ini
Turut merasa
bahagia
Membayangkan
seakan aku juga berada di posisi itu
Ingin
rasanya segera menyusulmu
Bersanding dengan
belahan jiwaku
Meskipun
saat ini belum bisa kubayangkan bagaimana sosoknya
Kapan kami
bertemu
Dan siapakah
dirinya
Tahukah
kamu, sobat..
Bahagiamu
hari ini sama seperti bahagiaku melihatmu
Cinta dan
kasih persahabatan kita
Tlah
menguatkanmu tuk tak lelah menunggu
Hingga ia
datang menjemputmu.
Raihlah
genggaman kekasihmu
Biar mulai
kulepas genggamanku darimu
Genggaman
yang tergantikan dengan genggaman suci yang lebih kuat dan kokoh
Menopang dan
melindungimu kelak.
Kulepas bukan
berarti kita tak saling memperhatikan lagi
Karena aku
percaya kau akan lebih terjaga di tangan itu.
Sobat..
Mungkin suatu
saat nanti kau merindukan masa-masa persahabatan kita lagi
Datanglah
dan ceritalah..
Pintu ini
akan selalu terbuka
Untuk persahabatan kita yang abadiDuri, Jumat 22 April 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar