Jumat, 23 Desember 2011
Faridah Hanum Rajagukguk: Bermimpilah ( Maka Allah Akan Memeluk Mimpimu)
Faridah Hanum Rajagukguk: Bermimpilah ( Maka Allah Akan Memeluk Mimpimu): Mata hatimu kian berbinar menembus ruang dan waktu Ukirkan sejarah dengan pena hidupmu Hentakkan langkah dengan semangat jiwamu Asingkan par...
Faridah Hanum Rajagukguk: PIJARKU
Faridah Hanum Rajagukguk: PIJARKU: Fatamorgana cinta mulai menampakkan diri, Asa tuk memiliki kian merajang, Ratapan hati menyibakkan kepedihan, Iringi tangisan panjangku. D...
Faridah Hanum Rajagukguk: TANGISAN IBU PERTIWI
Faridah Hanum Rajagukguk: TANGISAN IBU PERTIWI: 82 tahun silam… Aku tersenyum penuh kebanggan, Aku menangis penuh keharuan, Dan aku terisak dengan penuh keikhlasan… SUMPAH PEMUDA!!!...
Faridah Hanum Rajagukguk: CORETAN KECIL UNTUK KOHATI HMI KOMISARIAT FKM USU ...
Faridah Hanum Rajagukguk: CORETAN KECIL UNTUK KOHATI HMI KOMISARIAT FKM USU ...: Dihari pertama kelahiranmu.. Terdengar suara tangisanmu yang menjerit-jerit kecil Seakan-akan menandakan bahwa kau telah lahir Dari rah...
CORETAN KECIL UNTUK KOHATI HMI KOMISARIAT FKM USU (MILAD KE-5)
Dihari pertama kelahiranmu..
Terdengar suara tangisanmu yang menjerit-jerit kecil
Seakan-akan menandakan bahwa kau telah lahir
Dari rahim sang pejuangmu untuk mengemban amanah muliamu..
Tanganmu yang mungil
Mencoba mencari-cari sebuah pegangan yang berarti
Bola matamu yang masih jernih dan belum ternodai
Mencoba meluaskan pandangan
Seolah-olah kau ingin membaca fenomena apa yang tengah terjadi…
Kau lahir,
Karena kau memiliki arti..
Kau ada,
Karena mereka ingin kau ada..
Waktu pun terus berjalan
Terlihat tubuh kecilmu mulai menjelma
Sebagai seorang anak yang sangat belia..
Tangan dan kakimu lincah bermain
Tanpa mengenal lelah dan letih.
Terkadang terlihat kau jatuh dan tersungkur..
Namun kau selalu mencoba untuk bangkit kembali…
JATUH…MERANGKAK…LALU BERDIRI..
Dinamika itu yang akan selalu kau jalani.
Perlahan-lahan kau mulai belajar
Menemukan arti dan jati diri di dunia kecilmu..
Sesekali…kulihat senyum tersungging di bibir mungilmu..
Disaat kau mulai berhasil memainkaan peran di panggung kerjamu.
Mungkin hanya segelintir orang yang mau menonton dan memperhatikan aksi panggungmu..
Namun kau tak akan peduli
Kau ingin terus bermain dan berperan..sampai kau mampu mewujudkan amanah mulia-Nya..
Teruslah bergerak…
Menapaki jalan kecil berbatu kerikil di dunia bermainmu!
Teruslah memberi…
Memberi senyuman dan keriangan hati yang penuh ikhlas dan penuh arti..
Tanpa menunggu balasan pujian dan tepukan riuh orang-orang di sekelilingmu..
Suatu hari..
Sayup-sayup kudengar doamu yang suci..
“ Aku Ingin Menjadi Melati-Melati Putih..
Yang Senantiasa Menabur Benih Dan Menebar Wangi…
Dalam Setiap Kancah Taman Baktiku…
Alangkah Bahagianya Aku..
Saat Aku Melihat Benih-Benih Melati Yang Slalu Aku Jaga
Menjelma Menjadi Melati Yang Indah Dan Menawan..
Menawan Dengan Ketangguhannya, Kebaikannya, dan Keikhlasannya…”
Special untuk pengurus KOHATI dan HMI WATI FKM USU
Smoga menjadi perempuan-perempuan tangguh,.
Terdengar suara tangisanmu yang menjerit-jerit kecil
Seakan-akan menandakan bahwa kau telah lahir
Dari rahim sang pejuangmu untuk mengemban amanah muliamu..
Tanganmu yang mungil
Mencoba mencari-cari sebuah pegangan yang berarti
Bola matamu yang masih jernih dan belum ternodai
Mencoba meluaskan pandangan
Seolah-olah kau ingin membaca fenomena apa yang tengah terjadi…
Kau lahir,
Karena kau memiliki arti..
Kau ada,
Karena mereka ingin kau ada..
Waktu pun terus berjalan
Terlihat tubuh kecilmu mulai menjelma
Sebagai seorang anak yang sangat belia..
Tangan dan kakimu lincah bermain
Tanpa mengenal lelah dan letih.
Terkadang terlihat kau jatuh dan tersungkur..
Namun kau selalu mencoba untuk bangkit kembali…
JATUH…MERANGKAK…LALU BERDIRI..
Dinamika itu yang akan selalu kau jalani.
Perlahan-lahan kau mulai belajar
Menemukan arti dan jati diri di dunia kecilmu..
Sesekali…kulihat senyum tersungging di bibir mungilmu..
Disaat kau mulai berhasil memainkaan peran di panggung kerjamu.
Mungkin hanya segelintir orang yang mau menonton dan memperhatikan aksi panggungmu..
Namun kau tak akan peduli
Kau ingin terus bermain dan berperan..sampai kau mampu mewujudkan amanah mulia-Nya..
Teruslah bergerak…
Menapaki jalan kecil berbatu kerikil di dunia bermainmu!
Teruslah memberi…
Memberi senyuman dan keriangan hati yang penuh ikhlas dan penuh arti..
Tanpa menunggu balasan pujian dan tepukan riuh orang-orang di sekelilingmu..
Suatu hari..
Sayup-sayup kudengar doamu yang suci..
“ Aku Ingin Menjadi Melati-Melati Putih..
Yang Senantiasa Menabur Benih Dan Menebar Wangi…
Dalam Setiap Kancah Taman Baktiku…
Alangkah Bahagianya Aku..
Saat Aku Melihat Benih-Benih Melati Yang Slalu Aku Jaga
Menjelma Menjadi Melati Yang Indah Dan Menawan..
Menawan Dengan Ketangguhannya, Kebaikannya, dan Keikhlasannya…”
Special untuk pengurus KOHATI dan HMI WATI FKM USU
Smoga menjadi perempuan-perempuan tangguh,.
TANGISAN IBU PERTIWI
82 tahun silam…
Aku tersenyum penuh kebanggan,
Aku menangis penuh keharuan,
Dan aku terisak dengan penuh keikhlasan…
SUMPAH PEMUDA!!!!!
Kalimat itu yang diikrarkan…
Kalimat itu yang diperjuangkan…
Kalimat itu yang ditorehkan dengan tinta darah para pemuda pejuangku..
Semangat pemuda-pemudaku berkobar…
Keringat dan air mata berpeluh dan bercucuran..
Nadi tubuhnya tersentak!
Merah darahnya membara!
Membakar…dan menghanguskan ketakutan akan kekalahan.
Kini….
Aku tersenyum…,tersenyum pahit…
Aku menangis..menangis pilu…
Dan aku terisak, terisak karena merana.
Tubuhku kini lunglai..
Karena tercabik-cabik!
Dan tergores sayatan pisau anak-anakku sendiri…
Lukaku pun semakin parah, hingga bernanah…
Wahai pemudaku…
Lihatlah aku..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI…
Kini tlah terkapar lemah..meregang…karena tertindas.
Dimana suara yang dulu pernah kudengar begitu lantang…
Menyuarakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran???
Dimana rangkulan tangan yang dulu erat dan hangat…
Bersatu dan menyatu dalam dekapan IBU PERTIWI???
Ketidakadilan dimana-mana..
Penindasan dan korupsi merajalela..
Konflik beragama smakin menghina..
Ketidakpercayaan dan perpecahan pun smakin menggila…
Nyatanya..
Yang aku lihat hanya kekosongan…
Hedonisme, individulisme, dan sifat apatisme yang slalu ditonjolkan..
Tak mau tau akan carut marutnya dunia perpolitikan..
Tak mau tau akan bobroknya pemerintahan dan pendidikan..
Tak mau tau akan rendahnya kualitas moral bangsa..
Seakan-akan menutup mata, hati, dan telinga
Akan semua ketidakseimbangan itu.
Pemudaku..
Aku ingin kau seperti pemuda yang dulu kukenal…
Kau terlahir sebagai pengganti bukan sebagai perusak atau penanti..
Dan aku ingin kau merangkul pemuda-pemuda
Untuk tetap bersatu, menyatu, dan membentuk kekuatan hakiki..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI..
Ingin mendengar lantangnya sumpah pemudamu…
Sumpah yang hadir dalam stiap aliran darahmu…
Sumpah yang hadir dalam setiap detak jantungmu..
Sumpah yang mengobarkan semangat juangmu..
Demi bangsa dan tanah airmu..
Dibacakan pada 28 Oktober 2010 (Hari Sumpah Pemuda)
Created by : Faridah Hanum
Aku tersenyum penuh kebanggan,
Aku menangis penuh keharuan,
Dan aku terisak dengan penuh keikhlasan…
SUMPAH PEMUDA!!!!!
Kalimat itu yang diikrarkan…
Kalimat itu yang diperjuangkan…
Kalimat itu yang ditorehkan dengan tinta darah para pemuda pejuangku..
Semangat pemuda-pemudaku berkobar…
Keringat dan air mata berpeluh dan bercucuran..
Nadi tubuhnya tersentak!
Merah darahnya membara!
Membakar…dan menghanguskan ketakutan akan kekalahan.
Kini….
Aku tersenyum…,tersenyum pahit…
Aku menangis..menangis pilu…
Dan aku terisak, terisak karena merana.
Tubuhku kini lunglai..
Karena tercabik-cabik!
Dan tergores sayatan pisau anak-anakku sendiri…
Lukaku pun semakin parah, hingga bernanah…
Wahai pemudaku…
Lihatlah aku..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI…
Kini tlah terkapar lemah..meregang…karena tertindas.
Dimana suara yang dulu pernah kudengar begitu lantang…
Menyuarakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran???
Dimana rangkulan tangan yang dulu erat dan hangat…
Bersatu dan menyatu dalam dekapan IBU PERTIWI???
Ketidakadilan dimana-mana..
Penindasan dan korupsi merajalela..
Konflik beragama smakin menghina..
Ketidakpercayaan dan perpecahan pun smakin menggila…
Nyatanya..
Yang aku lihat hanya kekosongan…
Hedonisme, individulisme, dan sifat apatisme yang slalu ditonjolkan..
Tak mau tau akan carut marutnya dunia perpolitikan..
Tak mau tau akan bobroknya pemerintahan dan pendidikan..
Tak mau tau akan rendahnya kualitas moral bangsa..
Seakan-akan menutup mata, hati, dan telinga
Akan semua ketidakseimbangan itu.
Pemudaku..
Aku ingin kau seperti pemuda yang dulu kukenal…
Kau terlahir sebagai pengganti bukan sebagai perusak atau penanti..
Dan aku ingin kau merangkul pemuda-pemuda
Untuk tetap bersatu, menyatu, dan membentuk kekuatan hakiki..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI..
Ingin mendengar lantangnya sumpah pemudamu…
Sumpah yang hadir dalam stiap aliran darahmu…
Sumpah yang hadir dalam setiap detak jantungmu..
Sumpah yang mengobarkan semangat juangmu..
Demi bangsa dan tanah airmu..
Dibacakan pada 28 Oktober 2010 (Hari Sumpah Pemuda)
Created by : Faridah Hanum
PIJARKU
Fatamorgana cinta mulai menampakkan diri,
Asa tuk memiliki kian merajang,
Ratapan hati menyibakkan kepedihan,
Iringi tangisan panjangku.
Deburan ombak kegalauan hati terhempas kuat,
Alirkan rindu yg trus mncair,
Hempaskan jeritan hati yg mgganjal,
Hilangkn sribu kebimbangan..
Anai-anai kasih mlayang tinggi,
Nyanyian melodi pengharapn mengalun sendu,
Untaian sejuta kata tlah terangkai,
Menyelaraskn rindu dendam di qolbuku.
Rasa perih smakin menyayat,
Asingkan mimpi indahku,
Jalinan rasa dan kasih yg tlah terangkai terhempas, berhamburan..
Antarkan kebekuan rasa hingga ke ubun-ubun,
Goncangan batin kian meronta,
Uraikan benang-benang kepedihan yang dalam,
Keresahan jiwa terus menjalar,
Gaungkan bisikan hati,
Ukirkan semburat kepedihan
Ketika tangan-tangan cinta tak kesampaian...
Terkadang ingin rasanya menjerit..
Namun bibir terkatup kelu
Hanya lelehan kristal bening dari pelupuk mata
Mengalir deras, iringi redupnya PIJARKU..
PUISI dari nama gue...
FARIDAH HANUM RAJAGUKGUK...^_^
Asa tuk memiliki kian merajang,
Ratapan hati menyibakkan kepedihan,
Iringi tangisan panjangku.
Deburan ombak kegalauan hati terhempas kuat,
Alirkan rindu yg trus mncair,
Hempaskan jeritan hati yg mgganjal,
Hilangkn sribu kebimbangan..
Anai-anai kasih mlayang tinggi,
Nyanyian melodi pengharapn mengalun sendu,
Untaian sejuta kata tlah terangkai,
Menyelaraskn rindu dendam di qolbuku.
Rasa perih smakin menyayat,
Asingkan mimpi indahku,
Jalinan rasa dan kasih yg tlah terangkai terhempas, berhamburan..
Antarkan kebekuan rasa hingga ke ubun-ubun,
Goncangan batin kian meronta,
Uraikan benang-benang kepedihan yang dalam,
Keresahan jiwa terus menjalar,
Gaungkan bisikan hati,
Ukirkan semburat kepedihan
Ketika tangan-tangan cinta tak kesampaian...
Terkadang ingin rasanya menjerit..
Namun bibir terkatup kelu
Hanya lelehan kristal bening dari pelupuk mata
Mengalir deras, iringi redupnya PIJARKU..
PUISI dari nama gue...
FARIDAH HANUM RAJAGUKGUK...^_^
A poem to all of my friend
Semilir angin menerpa wajahmu,
Riak air bersenandung rindu,
Isyaratkan sejuta kebahagiaan.
Nyanyian melodi melantunkan khazanah kasih,
Obati jiwa yang keruh dan rapuh.
Vasakh mentari menggeliat perlahan,
Aurora kasih pancarkan pelangi indah,
Bias cahaya tenangkan Qolbu,
Rentangkan ikatan sesama insan.
Menapaki tangga harapan dan cinta,
Ilhamkan jalinan persahabatan,
Lewati sribu gejolak kepedihan hidup,
Absahkan sejuta pengharapan,
Lahirkan Kuncup kebahagiaan,
Asingkan simpul-simpul perselisihan.
Gema tawa dan canda
Enyahkan luka yang berkarat
Runtuhkan kegalauan hati yang smakin menyayat.
Oasis persahabatan pun kian merekah,
Tautkan naluri jiwa untuk bersatu..
Ruangmungil, 9 Februari 2010 pukul 12:17
Puisi untuk sahabat yg dibuat dari namanya "SRI NOVA MILALA" + "GEROT"
Riak air bersenandung rindu,
Isyaratkan sejuta kebahagiaan.
Nyanyian melodi melantunkan khazanah kasih,
Obati jiwa yang keruh dan rapuh.
Vasakh mentari menggeliat perlahan,
Aurora kasih pancarkan pelangi indah,
Bias cahaya tenangkan Qolbu,
Rentangkan ikatan sesama insan.
Menapaki tangga harapan dan cinta,
Ilhamkan jalinan persahabatan,
Lewati sribu gejolak kepedihan hidup,
Absahkan sejuta pengharapan,
Lahirkan Kuncup kebahagiaan,
Asingkan simpul-simpul perselisihan.
Gema tawa dan canda
Enyahkan luka yang berkarat
Runtuhkan kegalauan hati yang smakin menyayat.
Oasis persahabatan pun kian merekah,
Tautkan naluri jiwa untuk bersatu..
Ruangmungil, 9 Februari 2010 pukul 12:17
Puisi untuk sahabat yg dibuat dari namanya "SRI NOVA MILALA" + "GEROT"
PERSAHABATAN
Jalinan kasih terikat kuat,
Untuk seorang sahabat,
Seiring mentari yang terus menyinari,
Membalurkan hangat di qolbu.
Angan dan cinta terus melambung,
Naluri hati wujudkan sribu Paranoia,
Isyarat batin menjelma dalam untaian kata.
Zakiah jiwa merenggut harapan,
Aurora kasih pancarkan pelangi indah,
Hadirkan irama kebahagiaan...
Kini, sambutlah hari dengan berseri
Seiring mentari yang terus menyinari
Selaras hati yang bernyanyi
Serinai kasih yang mekar di hati,
Bersama sahabat yang selalu dekat
Jalin erat terikat kuat...
Created by her name my best friend "JUSMANIZAH"
Untuk seorang sahabat,
Seiring mentari yang terus menyinari,
Membalurkan hangat di qolbu.
Angan dan cinta terus melambung,
Naluri hati wujudkan sribu Paranoia,
Isyarat batin menjelma dalam untaian kata.
Zakiah jiwa merenggut harapan,
Aurora kasih pancarkan pelangi indah,
Hadirkan irama kebahagiaan...
Kini, sambutlah hari dengan berseri
Seiring mentari yang terus menyinari
Selaras hati yang bernyanyi
Serinai kasih yang mekar di hati,
Bersama sahabat yang selalu dekat
Jalin erat terikat kuat...
Created by her name my best friend "JUSMANIZAH"
Jgn Pernah Padamkan Lentera Itu..
Tak terasa hampir 4 bulan tlah berlalu..
Trlalu banyak hal-hal positif dan luar biasa yg q dapatkan..
Q merasa Allah telah memberikan anugrah terbesar di saat Q dipertmukan dengannya..
Begitu banyaak hal positif yg q itemukan dlm kepribadiannya.
Sampai-sampai secara tak sadar q mulai tersentuh karenanya, bahkan termotivasi tuk bisa lebih memperbaiki diri lagi.
Aku pun tak tau, rasa apa yg tengah aq rasakan.
Perlahan-lahan aq putar kembali pita-pita memory ingatanku akan momen itu..
Tetap yg aku rasakan adalah semuanya terasa begitu sempurna, dan tak ingin rasanya semua itu hilang dari ingatan.
Saat q merasa kesepian dan kehilangan semangat, q selalu coba tuk memutar kembali memory itu.
Dan alhamdulillah cara itu ternyata ampuh tuk menyemangatiku kembali.
Begitu sederhana, murni, dan tulus...itu prinsip yg slalu ia pegang.
Hatinya begitu lembut, penyayang dan istiqomah.
Q merasa tlah menemukan org yg slm ini aq cari..
Yg aq harapkan sbg pemotivator dal hdupku.
Tp terkadang, timbul pertanyaan dlm benakku..
Pernahkah ia merasa kalo dy begitu berarti.
Pernahkah ia berpikir kalo dy menjadi sumber inspirasi dan motivasiku??
Hhhhh...gamang rasanya bila q slalu mencoba tuk menerka-nerkaa akan pertanyaan itu..
Lebih baik rasanya Q tetap menjadikannya ssbg cahaya yg slalu aq jaga agar tak pernah padam.
Walau TAK TAU SAMPAI KAPAN..
Yg jelas, kesederhanaan yg membuatku bertahan..
Q ingin menyayanginya dgn kesederhanaan yg aq miliki,
Sampai nanti tiba waktu yg q tunggu-tunggu.
Walaupun mungkin pada akhirnya ada 2 kemungkinan yg terjadi..tersenyum atau menangis..
Tp akan aq coba tuk ttp berbesar hati tuk menerimanya, krn yg aq yakini tak akan pernah aq menyesal tlah menjadikannya sebagai lentera hidupku..
Satu hal yg aq mw..
jgn pernah paksa aq tuk melepas lentera itu...
Ruangmungil, 13 Maret 2010
Trlalu banyak hal-hal positif dan luar biasa yg q dapatkan..
Q merasa Allah telah memberikan anugrah terbesar di saat Q dipertmukan dengannya..
Begitu banyaak hal positif yg q itemukan dlm kepribadiannya.
Sampai-sampai secara tak sadar q mulai tersentuh karenanya, bahkan termotivasi tuk bisa lebih memperbaiki diri lagi.
Aku pun tak tau, rasa apa yg tengah aq rasakan.
Perlahan-lahan aq putar kembali pita-pita memory ingatanku akan momen itu..
Tetap yg aku rasakan adalah semuanya terasa begitu sempurna, dan tak ingin rasanya semua itu hilang dari ingatan.
Saat q merasa kesepian dan kehilangan semangat, q selalu coba tuk memutar kembali memory itu.
Dan alhamdulillah cara itu ternyata ampuh tuk menyemangatiku kembali.
Begitu sederhana, murni, dan tulus...itu prinsip yg slalu ia pegang.
Hatinya begitu lembut, penyayang dan istiqomah.
Q merasa tlah menemukan org yg slm ini aq cari..
Yg aq harapkan sbg pemotivator dal hdupku.
Tp terkadang, timbul pertanyaan dlm benakku..
Pernahkah ia merasa kalo dy begitu berarti.
Pernahkah ia berpikir kalo dy menjadi sumber inspirasi dan motivasiku??
Hhhhh...gamang rasanya bila q slalu mencoba tuk menerka-nerkaa akan pertanyaan itu..
Lebih baik rasanya Q tetap menjadikannya ssbg cahaya yg slalu aq jaga agar tak pernah padam.
Walau TAK TAU SAMPAI KAPAN..
Yg jelas, kesederhanaan yg membuatku bertahan..
Q ingin menyayanginya dgn kesederhanaan yg aq miliki,
Sampai nanti tiba waktu yg q tunggu-tunggu.
Walaupun mungkin pada akhirnya ada 2 kemungkinan yg terjadi..tersenyum atau menangis..
Tp akan aq coba tuk ttp berbesar hati tuk menerimanya, krn yg aq yakini tak akan pernah aq menyesal tlah menjadikannya sebagai lentera hidupku..
Satu hal yg aq mw..
jgn pernah paksa aq tuk melepas lentera itu...
Ruangmungil, 13 Maret 2010
Bermimpilah ( Maka Allah Akan Memeluk Mimpimu)
Mata hatimu kian berbinar menembus ruang dan waktu
Ukirkan sejarah dengan pena hidupmu
Hentakkan langkah dengan semangat jiwamu
Asingkan paranoia-paranoia dalam qolbumu.
Menapaki jalan terjal dalam dinamika medan juangmu
Menaklukkan tingginya puncak ego saat meraih citamu
Absahkan kekuatan dalam khazanah kasih
Dermagakan hati dalam lautan cinta Illahi.
Isyarat batin kini tlah kau rangkai kembali
Kuatkan tali temali cita dan cintamu
Hilangkan sribu noktah keraguanmu
Syiarkan sejuta kata lantunan dakwahmu.
Air mata ketulusan slalu iringi doamu
Nazarkan sebuah lafadz ikrarmu.
Terbangkan sayap-sayap jelajahmu, dan
Alirkan oasis kasih dalam setiap hembusan nafasmu
Ungkapkan kesederhanaan dalam setiap tutur katamu
Fitrahkan komitmen diri dalam hati nurani.
Ikrarmu yang suci lukiskanlah dalam kanvas jihadmu
Karena suatu saat nanti Allah akan memeluk mimpimu.
Ukirkan sejarah dengan pena hidupmu
Hentakkan langkah dengan semangat jiwamu
Asingkan paranoia-paranoia dalam qolbumu.
Menapaki jalan terjal dalam dinamika medan juangmu
Menaklukkan tingginya puncak ego saat meraih citamu
Absahkan kekuatan dalam khazanah kasih
Dermagakan hati dalam lautan cinta Illahi.
Isyarat batin kini tlah kau rangkai kembali
Kuatkan tali temali cita dan cintamu
Hilangkan sribu noktah keraguanmu
Syiarkan sejuta kata lantunan dakwahmu.
Air mata ketulusan slalu iringi doamu
Nazarkan sebuah lafadz ikrarmu.
Terbangkan sayap-sayap jelajahmu, dan
Alirkan oasis kasih dalam setiap hembusan nafasmu
Ungkapkan kesederhanaan dalam setiap tutur katamu
Fitrahkan komitmen diri dalam hati nurani.
Ikrarmu yang suci lukiskanlah dalam kanvas jihadmu
Karena suatu saat nanti Allah akan memeluk mimpimu.
Faridah Hanum Rajagukguk: Nelangsa
Faridah Hanum Rajagukguk: Nelangsa: Dingin.. Begitu dingin.. Terasa menusuk hngga ke sendi tulang2 Q.. Di malam yg hening ini, aq merasa bgaikn seonggok daging yg tak berdaya, ...
Nelangsa
Dingin..
Begitu dingin..
Terasa menusuk hngga ke sendi tulang2 Q..
Di malam yg hening ini, aq merasa bgaikn seonggok daging yg tak berdaya, yg mencoba utk berteriak..meronta..tp tak bisa.
Ingn rasany berteriak meluapkn sgalanya..tp bibir ini trasa kelu smpai beku.
Ingn rasany meronta tp tubuh ini terasa kaku bgaikan sebongkah kayu.
Suara jangkrik malam pun seakan ikt mengejekq..seraya berkata ( hei..manusia..betpa rapuhnya ternyt drimu..baru masalah yg sbesar itu kau sudah kalah..dasar kau lemah..makanya jgn trlalu pke perasaan kalo mghadpi mslah..jd ny nti slalu terbawa perasaan. Kpn kau bs brpikir rasional?? Hahh?? Bs aj pke perasaan tp jgn berlebihan..nti kau malah tenggelam dlm lautan ketidaklogisan berpikirmu..kau hrs bs seimbgkan antra hati dan logikamu..
Sudahlah,jgn trlalu kau pkirkn msalah itu, msh byk hal2 lain yg prlu kau pikrkan.)
Ahh..duhai jangkrik..kau memg bs brkata spt itu..tp apakah kau prnh mrasakan ap yg aq alami saat ini?? Mudah memang mgatakn jgn trlalu dipikirkn..tp smakn q coba utk tak memikrknya,smkn kuat bayangan itu muncul dan menari2 di pelupuk mata q. Smakin aq coba utk melepasnya,tp bayangan itu smkn mndekat dan melekat dlm pkiranq.
Kini aq tenggelam dlm lautan kegelisahan dan ketakutan..yg mncoba utk merangkak menggapai tepinya..
Ahh..aq tak tau mw gmn lg..tlah aq coba utk tetp berpikir rasional..tp nth knp pkiran irasional q makin menjdi2..
Aq ingn mendapatkn smua jwbannya tuk mbri kejelasan.. Wlaupun sbnarnya jwban itu sudah dpt terbaca dr makna yg tersirat melalui isyarat2nya..tp nth knp aq msh blum merasa puas akan isyarat itu.
Aq bagai terombang ambing dlm samudra kegalauan..
Aq bgai sebongkah btu karang yg mencoba utk tetap tegak meski slalu dihempas dan ditampar oleh gelombg2 besar dan kecil dr lautan..terkadg ia tenggelam saat pasang naik..dan trkdang ia naik menjulang tinggi saat air laut surut.
Trkadg aq mjd org yg munafik, yg ttp trsenyum bhagia pdhal dlm hati sudah meringis krn hati yg tlah lebam menahan tangis..
Saat aq mulai menelaah smuanya,aq pun mulai mncoba memahami dgn logika rasional q..bhwa mungkn memg aq yg hrus sadar diri, siapa aku..dan bgaimana aq. Mgkn memg bukn aq sosok yg diidamkannya..
Sudah saatny aq menarik diri tuk menemukn solusi yg lbh baik lagi.
Tp bukan berarti aq melupakannya,krn aq bangga pernh mjd bagian dr atmosfir hidupnya..walau mungkn aq tak pernah pny arti apa2 d dlm atmosfir itu. Mungkn hny sbgai partikel debu yg tak brarti atw bhkn jd pengganggu krn tlah mbuat dada sesak jka mghirupnya..bukan sbgai oksigen yg mpu mberi nafas khidupan..
Ya rob..maafkn aq jka trlalu memaksa..maafkn aq jka trlalu brharap..
Krn aq hy manusia biasa, yg puny keterbatasan dlm brpikir dan brtindak..
Rahasiamu hny Kau yg tau..
Namun aq jg tak mau jd buta akn segalanya..
Beri aq isyrat Mu..
Beri aq petunjukMU..
Agr aq tak salah melangkah, agr aq tak berprasangka buruk tntg smua ini.
Aq hy ingn secercah cahaya Mu..tuk menerangi gelapnya pencarianku.
Ruangmungil, 14 September 2010 pukul 0:50
Begitu dingin..
Terasa menusuk hngga ke sendi tulang2 Q..
Di malam yg hening ini, aq merasa bgaikn seonggok daging yg tak berdaya, yg mencoba utk berteriak..meronta..tp tak bisa.
Ingn rasany berteriak meluapkn sgalanya..tp bibir ini trasa kelu smpai beku.
Ingn rasany meronta tp tubuh ini terasa kaku bgaikan sebongkah kayu.
Suara jangkrik malam pun seakan ikt mengejekq..seraya berkata ( hei..manusia..betpa rapuhnya ternyt drimu..baru masalah yg sbesar itu kau sudah kalah..dasar kau lemah..makanya jgn trlalu pke perasaan kalo mghadpi mslah..jd ny nti slalu terbawa perasaan. Kpn kau bs brpikir rasional?? Hahh?? Bs aj pke perasaan tp jgn berlebihan..nti kau malah tenggelam dlm lautan ketidaklogisan berpikirmu..kau hrs bs seimbgkan antra hati dan logikamu..
Sudahlah,jgn trlalu kau pkirkn msalah itu, msh byk hal2 lain yg prlu kau pikrkan.)
Ahh..duhai jangkrik..kau memg bs brkata spt itu..tp apakah kau prnh mrasakan ap yg aq alami saat ini?? Mudah memang mgatakn jgn trlalu dipikirkn..tp smakn q coba utk tak memikrknya,smkn kuat bayangan itu muncul dan menari2 di pelupuk mata q. Smakin aq coba utk melepasnya,tp bayangan itu smkn mndekat dan melekat dlm pkiranq.
Kini aq tenggelam dlm lautan kegelisahan dan ketakutan..yg mncoba utk merangkak menggapai tepinya..
Ahh..aq tak tau mw gmn lg..tlah aq coba utk tetp berpikir rasional..tp nth knp pkiran irasional q makin menjdi2..
Aq ingn mendapatkn smua jwbannya tuk mbri kejelasan.. Wlaupun sbnarnya jwban itu sudah dpt terbaca dr makna yg tersirat melalui isyarat2nya..tp nth knp aq msh blum merasa puas akan isyarat itu.
Aq bagai terombang ambing dlm samudra kegalauan..
Aq bgai sebongkah btu karang yg mencoba utk tetap tegak meski slalu dihempas dan ditampar oleh gelombg2 besar dan kecil dr lautan..terkadg ia tenggelam saat pasang naik..dan trkdang ia naik menjulang tinggi saat air laut surut.
Trkadg aq mjd org yg munafik, yg ttp trsenyum bhagia pdhal dlm hati sudah meringis krn hati yg tlah lebam menahan tangis..
Saat aq mulai menelaah smuanya,aq pun mulai mncoba memahami dgn logika rasional q..bhwa mungkn memg aq yg hrus sadar diri, siapa aku..dan bgaimana aq. Mgkn memg bukn aq sosok yg diidamkannya..
Sudah saatny aq menarik diri tuk menemukn solusi yg lbh baik lagi.
Tp bukan berarti aq melupakannya,krn aq bangga pernh mjd bagian dr atmosfir hidupnya..walau mungkn aq tak pernah pny arti apa2 d dlm atmosfir itu. Mungkn hny sbgai partikel debu yg tak brarti atw bhkn jd pengganggu krn tlah mbuat dada sesak jka mghirupnya..bukan sbgai oksigen yg mpu mberi nafas khidupan..
Ya rob..maafkn aq jka trlalu memaksa..maafkn aq jka trlalu brharap..
Krn aq hy manusia biasa, yg puny keterbatasan dlm brpikir dan brtindak..
Rahasiamu hny Kau yg tau..
Namun aq jg tak mau jd buta akn segalanya..
Beri aq isyrat Mu..
Beri aq petunjukMU..
Agr aq tak salah melangkah, agr aq tak berprasangka buruk tntg smua ini.
Aq hy ingn secercah cahaya Mu..tuk menerangi gelapnya pencarianku.
Ruangmungil, 14 September 2010 pukul 0:50
Langganan:
Komentar (Atom)
