82 tahun silam…
Aku tersenyum penuh kebanggan,
Aku menangis penuh keharuan,
Dan aku terisak dengan penuh keikhlasan…
SUMPAH PEMUDA!!!!!
Kalimat itu yang diikrarkan…
Kalimat itu yang diperjuangkan…
Kalimat itu yang ditorehkan dengan tinta darah para pemuda pejuangku..
Semangat pemuda-pemudaku berkobar…
Keringat dan air mata berpeluh dan bercucuran..
Nadi tubuhnya tersentak!
Merah darahnya membara!
Membakar…dan menghanguskan ketakutan akan kekalahan.
Kini….
Aku tersenyum…,tersenyum pahit…
Aku menangis..menangis pilu…
Dan aku terisak, terisak karena merana.
Tubuhku kini lunglai..
Karena tercabik-cabik!
Dan tergores sayatan pisau anak-anakku sendiri…
Lukaku pun semakin parah, hingga bernanah…
Wahai pemudaku…
Lihatlah aku..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI…
Kini tlah terkapar lemah..meregang…karena tertindas.
Dimana suara yang dulu pernah kudengar begitu lantang…
Menyuarakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran???
Dimana rangkulan tangan yang dulu erat dan hangat…
Bersatu dan menyatu dalam dekapan IBU PERTIWI???
Ketidakadilan dimana-mana..
Penindasan dan korupsi merajalela..
Konflik beragama smakin menghina..
Ketidakpercayaan dan perpecahan pun smakin menggila…
Nyatanya..
Yang aku lihat hanya kekosongan…
Hedonisme, individulisme, dan sifat apatisme yang slalu ditonjolkan..
Tak mau tau akan carut marutnya dunia perpolitikan..
Tak mau tau akan bobroknya pemerintahan dan pendidikan..
Tak mau tau akan rendahnya kualitas moral bangsa..
Seakan-akan menutup mata, hati, dan telinga
Akan semua ketidakseimbangan itu.
Pemudaku..
Aku ingin kau seperti pemuda yang dulu kukenal…
Kau terlahir sebagai pengganti bukan sebagai perusak atau penanti..
Dan aku ingin kau merangkul pemuda-pemuda
Untuk tetap bersatu, menyatu, dan membentuk kekuatan hakiki..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI..
Ingin mendengar lantangnya sumpah pemudamu…
Sumpah yang hadir dalam stiap aliran darahmu…
Sumpah yang hadir dalam setiap detak jantungmu..
Sumpah yang mengobarkan semangat juangmu..
Demi bangsa dan tanah airmu..
Dibacakan pada 28 Oktober 2010 (Hari Sumpah Pemuda)
Created by : Faridah Hanum
Aku tersenyum penuh kebanggan,
Aku menangis penuh keharuan,
Dan aku terisak dengan penuh keikhlasan…
SUMPAH PEMUDA!!!!!
Kalimat itu yang diikrarkan…
Kalimat itu yang diperjuangkan…
Kalimat itu yang ditorehkan dengan tinta darah para pemuda pejuangku..
Semangat pemuda-pemudaku berkobar…
Keringat dan air mata berpeluh dan bercucuran..
Nadi tubuhnya tersentak!
Merah darahnya membara!
Membakar…dan menghanguskan ketakutan akan kekalahan.
Kini….
Aku tersenyum…,tersenyum pahit…
Aku menangis..menangis pilu…
Dan aku terisak, terisak karena merana.
Tubuhku kini lunglai..
Karena tercabik-cabik!
Dan tergores sayatan pisau anak-anakku sendiri…
Lukaku pun semakin parah, hingga bernanah…
Wahai pemudaku…
Lihatlah aku..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI…
Kini tlah terkapar lemah..meregang…karena tertindas.
Dimana suara yang dulu pernah kudengar begitu lantang…
Menyuarakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran???
Dimana rangkulan tangan yang dulu erat dan hangat…
Bersatu dan menyatu dalam dekapan IBU PERTIWI???
Ketidakadilan dimana-mana..
Penindasan dan korupsi merajalela..
Konflik beragama smakin menghina..
Ketidakpercayaan dan perpecahan pun smakin menggila…
Nyatanya..
Yang aku lihat hanya kekosongan…
Hedonisme, individulisme, dan sifat apatisme yang slalu ditonjolkan..
Tak mau tau akan carut marutnya dunia perpolitikan..
Tak mau tau akan bobroknya pemerintahan dan pendidikan..
Tak mau tau akan rendahnya kualitas moral bangsa..
Seakan-akan menutup mata, hati, dan telinga
Akan semua ketidakseimbangan itu.
Pemudaku..
Aku ingin kau seperti pemuda yang dulu kukenal…
Kau terlahir sebagai pengganti bukan sebagai perusak atau penanti..
Dan aku ingin kau merangkul pemuda-pemuda
Untuk tetap bersatu, menyatu, dan membentuk kekuatan hakiki..
Aku yang kau panggil IBU PERTIWI..
Ingin mendengar lantangnya sumpah pemudamu…
Sumpah yang hadir dalam stiap aliran darahmu…
Sumpah yang hadir dalam setiap detak jantungmu..
Sumpah yang mengobarkan semangat juangmu..
Demi bangsa dan tanah airmu..
Dibacakan pada 28 Oktober 2010 (Hari Sumpah Pemuda)
Created by : Faridah Hanum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar