Sabtu, 18 Mei 2013

Sebuah Cerita di Ruang 3x4


15 Juli 2011
Catatan lama yang belum sempat tertuliskan di blog. ^-^. Catatan yang sedkit rada lucu atau bahkan aneh.. :)

Part I
Malam ini begitu senyap, yang terdengar hanya derak-derak suara kipas angin di kamarku yang berukuran 3x4. Ia berderak seolah-olah memahami apa yang sedang aku pikirkan. Berderak merangkai alunan ketukan  beraturan yang sarat akan melodi kata yang mungkin hanya ia yang dapat memahami apa arti bunyi-bunyian itu. Semua benda-benda dikamarku sedang memperhatikanku. Mencoba untuk memahami kegalauan hati tuannya. Beberapa benda-benda itu berusaha memanggil-manggilku untuk memberi sedikit hiburan padaku.
Mulai dari si kipas angin yang berusaha sekuat tenaga memberikan angin segar untuk menyegarkan hangatnya ruangan kamar mungilku. Dispenser ijo di sudut kamarku pun turut menunjukkan wajah segarnya agar aku beranjak unutk meminum beberapa teguk air yang ia simpan untuk melepaskan dahaga dan membasahi keringnya tenggorokanku.
Buku-buku dan majalah yang kutata rapi juga senyam-senyum melihatku, seakan-akan menggodaku agar tangan ini mau menyentuh dan membuka helai demi helai lembaran tubuhnya. Sampai pada beberapa pena yang tertunduk malu-malu karena mungkin akhir-akhir aku sudah mulai jarang menggunakannya.
Si kasur dan si bantal yang dengan rela dan ikhlas menjadi tempat merebahkan tubuhku juga ikut bersiul-siul agar aku segera menyandarkan dan merebahkan tubuhku. Si kasur pun berbisik "Rebahlah dan istrihatlah, biar hati dan pikiranmu lebih tenang". Kemudian "si ijo lumut" selimut kesayanganku juga tersenyum dengan wajah keibuannya yang selalu melindungiku dari gigitan nyamuk nakal dan bahkan menjagaku dari terpaan angin yang kadang-kadang membuat perutku kembung karena masuk angin.
Si CERA putih, laptop mungilku yg slalu menjadi teman terbaikku saat aku mengerjakan tugas-tugas penting ataupun sekedar memberikanku hiburan seperti musik dan film yang kukoleksi di dalam tubuhnya yang mungil. Malam ini ia juga menemaniku, melantunkan melodi -melodi indah dari instrumen pilihanku.

Yaaaaa...
Mereka semua menyayangiku. Memberikan apa yg aku butuhkan dari mereka, kapanpun aku mau. Dan aku pun tersenyum melihat benda-benda pengisi kamarku itu. Benda-benda sederhana, tapi luar biasa manfaatnya bagiku.

Lalu, tiba-tiba senyumku terhenti. Terhenti pada saat pandangan bola mataku tertuju pada sebuah bundelan album kenangan. Perlahan-lahan tanganku mulai membuka helaian lembaran foto di dalamnya. Dan di beberapa lembaran terakhir, tanganku terhenti. Sejenak aku melihat gambar itu. Gambar yang mengingatkanku pada kenangan  3 tahun silam. Gambar yang aku cetak beberapa bulan lalu.
Bayangan dari gambar-gambar itu pun mulai menari-nari dipelupuk mataku. Membentuk bayangan-bayangan nyata yang semakin mengingatkanku akan perjalanan itu. Detik, menit, jam, hari, hingga minggu tlah terlalui bersama ditempat itu. Perjalanan yg hanya hitungan minggu tapi memberiku banyak arti. Disana aku banyak belajar tentang keikhlasan dan pengorbanan, serta ksediaan membantu sesama. Dan dari sana aku menemukan sebuah rasa yang sungguh terasa kuat yang selama ini sangat enggan aku pikirkan. Dari sanalah AWAL untukku memulai kisahku. Awal yang belum aku tau kapan berakhir..

Dan kamar 3x4 ku menjadi saksi rumitnya perjalanan kisahku..kisah yang ingin aku sederhanakan secpat mungkin..

***  Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar