Kamis, 17 Juli 2014
SUPER DOLPHIN si LUMBA LUMBA
Seberkas sinar mulai mengiringi hari-hariku
Uraikan semburat warna-warni kehidupan yang indah
Perlahan-lahan aku pun merasakan ada sesuatu yang berbeda
Entah dalam wujud apa ia, terbalut dalam selimut persahabatan, atau apakah itu?
Rasuki setiap khayal dan mimpi-mimpiku.
Diam, dan menikmati kebersamaaan ini, hanya itulah yang sanggup aku lakukan
Oleskan tetesan-tetesan embun kasih sayang darinya di keringnya keningku yang tlah lelah menunggu
Lambat laun, kurasakan dinginnya..sejuknya..menenangkan batinku
Parasnya yang berbeda membuatku cepat menemukan satu bagian indah darinya, dan itu adalah matanya..
Hingga tanpa disadari aku dan dia bisa saling mengerti dari tatapan itu, tanpa banyak kata dan bicara
Inginku, dapat selalu menatap mata itu, mendalami dan menyelaminya sampai kutemukan dasar hatinya
Namun, suatu ketika tiba-tiba aku pun tersadar, dia bukanlah untukku.
saat itu, aku pun mencoba menarik diri
ingatkan bawah sadarku, dia bukanlah untukku..akan ada banyak hal-hal yang menjadi dinding pengahalang jika aku masih saja mempertahankan rasa itu.
Lelah hati pun muncul dalam kecamuk melawan rasa
Uraikan benang-benang kegalauan yang semakin kusut
Memancing naluri untuk segera mengakhiri sebelum semuanya terasa semakin dalam
Akan tetapi, hati ini terlalu lembut, terlalu perasa, terlalu mudah tersentuh
Lemahnya kekuatan jiwaku membuat tak sanggup berlari dan menjauh darinya.
Ukiran kenangan saat bersamanya pun tak bisa hilang dari ingatanku
Masih terbayang, meskipun saat ini mungkin tak akan pernah lagi ketemui dirinya
Bayangnya ingin aku tepis pelan-pelan, dan sekarang..
Aku ingin, aku tetap menjadi superdolphin yang bisa mengubah airmata jadi senyuman dan mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan karena hidupku dan hidupnya harus berjalan masing-masing, dalam ruang dan waktu yang berbeda.
Story about a girl who's called "dolphin" by her friend's
Jum'at 18/07/2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar