Jumat, 01 April 2016
Bulan "Admirer"
Bulan mengintip di balik awan,
Malu-malu tampakkan wajahnya dengan bentuk sabit yang tak sempurna,
Bulan mengintip di balik awan,
Bersembunyi namun cahayanya tetap menghangatkan malam
Bulan bukan tak mau beranjak dari balik tabir awan
Lantas, kenapa bulan berdiam???
Bulan pun berkata dengan isyarat cahayanya..
Saat aku setengah bersembunyi, aku tetap dapat menyinari meskipun dengan bentuk tak sempurnaku bukan?
Disaat itulah aku ingin menguji manusia
Bukankah akan lebih indah jika aku menemukan manusia yang menghargai ketidaksempurnaanku ini?
Sosok manusia itu melihatku dari bawah sana dengan mata yang berbinar sembari berkata, "Wah, bulat sabitnya menawan"..
Begitu pula saat aku tengah bulat sempurna, sosok itu berkata, " wah, bulannya bulat menawan".
Bukankah lebih bahagia jika aku mendapati sosok manusia yang bisa menemukan setiap sisi indahku dari bentuk kesempurnaan atau bahkan ketidaksempurnaan penampakanku?
Di kala aku bulat sempurna, ia elu-elukan aku,
Namun di saat aku muncul sebagian atau tak muncul karena tertutup awan, ia malah enggan mengingat bahkan malas menungguku..
Bukan..bukan itu yang kumau.
Mungkin bulan memang sedang menguji ya..
Mungkin bulan memang sedang mencari
Menunggu lama tak mengapa baginya
Hingga waktu bersedia menjawabnya
Mempertemukan si bulan dengan pengagumnya
Dan kini terdengar bisikan lirih dari bulan
Ia berbisik diantara selisik angin malam
Bulan admirerku, temukanlah aku...
*By Faridah Hanum Rajagukguk
*Medan, 30-03-2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar